Perhatikan Sebelum Melakukan Pinjaman Pribadi Perorangan

Kebutuhan akan finansial tidak pernah dapat kita pungkiri. Meskipun bukan kebutuhan utama, tapi tentu diperlukan finansial yang baik untuk memenuhi kebutuhan utama. Maka dari itu, mayoritas orang berbondong-bondong melakukan hal yang dapat menghasilkan uang. Salah satu yang sedang marak adalah membuka usaha sendiri, mulai dari mikro, UKM, hingga dropship.

Tips Melakukan Pinjaman Pribadi Perorangan

Pinjaman Pribadi Perorangan
Tidak terelakan bahwa dari dulu hingga sekarang sesuatu—terutama usaha—yang akan kita lakukan memerlukan modal. Tidak masalah jika kita termasuk dalam orang yang memiliki finasial yang sangat baik. Namun, bagaimana dengan orang dengan finansial kurang baik? Tentu saja tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu. Mengapa? Ini karena di zaman serba mudah ini sudah banyak tersedia layanan yang menawarkan pinjaman pribadi perorangan dengan gadai bpkb mobil.

Umumnya, saat ini untuk melakukan pinjaman secara individu memiliki persyaratan yang hampir sama. hal umum yang akan mereka mintai adalah mengisi aplikasi formulir dan fotokopi identitas diri. Dalam hal ini semua layanan melakukannya secara merata, baik layanan secara konvensional maupun online. Persyaratan lainnya juga Anda dapat dimintai fotokopi kartu keluarga dan akta nikah—bagi yang sudah menikah—. Selain itu, menyerahkan fotokopi slip gaji dan buku tabungan juga terkadang tidak luput.

Meskipun sekarang sudah banyak tersedia layanan pinjaman pribadi perorangan, tapi belum tentu resmi dan dapat dipercaya. Terlebih sekarang sudah banyak layanan yang menawarkan pinjaman secara online. Hal ini menambah sulit kita mengetahui terpecaya atau tidaknya layanan ini karena tidak adanya fisik yang nyata. Oleh karena itu, sebelum melakukan pinjaman—terlebih secara online—sebaiknya kita perhatikan terlebih dahulu beberapa hal berikut ini.

Pertama, hal yang perlu kita perhatikan adalah verifikasi dan kredibilitas layanan pemberi pinjaman tersebut. Di zaman yang serba canggih dan modern ini, tentunya kita harus dapat berfikir dengan cerdas. Begitu pula dalam hal kebutuhan finansial. Meskipun dalam keadaan yang mendesak dan memerlukan pinjaman, ada baiknya kenali dulu layanannya. Apakah layanan pemberi pinjaman tersebut memiliki verifikasi resmi atau tidak. Ini tentu berlaku untuk penawar kredit secara konvensional dan online.

Dalam hal ini, otomatis rentenir sudah tersingkir karena tidak masuk persyaratan. Bagi Anda, jangan pernah sekali-kali meminjam dari rekening karena itu hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Untuk layanan pemberi pinjaman pribadi perorangan konvensional resmi, pasti mereka akan memajang sertifikat keresmian mereka. Ini bertujuan memberitahukan bahwa mereka tidak sedang melakukan penipuan.

Kedua, hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah mekanisme dan cara kerja layanan pemberi pinjaman tersebut. Hal ini sangat penting supaya Anda dapat memperkirakan langkah selanjutnya. Apa saja, sih, yang perlu diperhatikan di sini?

Pelajari Proses Pengajuan Pinjaman Pribadi Perorangan

proses pinjaman perorangan
Anda harus mengenali dulu bagaimana proses pengajuan pinjaman hingga pada tahap pencairan. Umumnya, layanan resmi akan secara mendetail menjelaskan mekanisme dan cara kerja mereka. Akan tetapi, tetap saja di layanan pemberi pinjaman pribadi perorangan ada konteks yang benar-benar harus kita perhatikan.

Konteks petama yang harus Anda kenali adalah syarat dan cara pengajuan pinjaman. Umumnya, layanan tersebut akan meminta Anda untuk mengisi sebuah aplikasi tentang diri Anda dan menyerahkan identitas diri. Berbeda dengan layanan konvensional yang mengajukan persyaratan khusus yang cukup rumit, layanan secara online biasanya hanya memberi tambahan persyaratan mempunyai penghasilan dan buku tabungan atau rekening.

Konteks kedua yang perlu Anda ketahui adalah prosedurnya. Bagaimana layanan tersebut melakukan pendalam, mulai dari survei, persetujuan pinjaman pribadi pereorangan, melakukan kontrak, sampai dalam hal pencairan dana. Dalam kontek ini, Anda juga harus memastikan lama waktu yang diperlukan dari mulai survei hingga pencairan dana.
Konteks ketiga yang perlu diperhatikan adalah besaran pinjaman. Pastikan Anda tahu nominal minimal serta maksimal dana yang dapat Anda pinjam. Jangan hanya karena pinjaman tidak sesuai dengan batas nominal yang ditetapkan, pinjaman yang Anda ajukan tidak disetujui.

Konteks terakhir yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pinjaman pribadi perorangan adalah persentase suku bunga. Anda juga harus tahu suku bunga yang harus Anda bayarkan. Apakah per bulan? Ataukah per tahun? Dan, jangan sampai Anda merasa kecolongan karena tidak tahu persentase suku bunga pinjaman Anda. Pastikan persentase tersebut tidak membuat Anda kesulitan dalam melunasi pinjaman Anda.

Ketiga, hal yang perlu diperhatikan terakhir adalah lokasi layanan pemberi pinjaman tersebut. Jika lembaga layanan pemberi pinjaman yang melakukan secara konvensional sudah jelas dengan fisiknya, maka berbeda jika melakukan secara online. Jika Anda mengajukan pinjaman dana melalui layanan pinjaman online, Anda harus memastikan bahwa layanan tersebut tersedia di dekat Anda tinggal.

Itulah beberapa hal sepele, namun penting yang harus Anda perhatikan sebelum mengajukan pinjaman pribadi perorangan. Tidak masalah jika membutuhkan sejumlah dana sebagai modal atau hal mendesak lainnya. Akan tetapi, ada baiknya Anda menghindari terus-menerus meminjam dana jika tidak terlalu diperlukan.